Komopa Aradide-Paniai Papua Tengah, Gotong royong masyarakat Distrik Topiyai tampil kompak melalui aksi nyata “Yuu Waita” untuk mempererat persaudaraan, persatuan, dan kesatuan pada hari puncak Momentum Muspasmee (Musim Paskah Muda) Ke-VIII Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika.
Kegiatan ini digelar Jumat (30/o1/2026), dikonfirmasi oleh Ketua Panitia Lokal Stasi “Daidaa Eyagitaida”, Demian Degei, kepada reporter Media Ini.
Demian Degei mengatakan, rekreasi ini menjadi momen bangga bagi masyarakat akar rumput.
“Kami bangga menjadi bagian dari kampung halaman tercinta, merawat akar budaya dengan mencintai kesederhanaan dan berkontribusi nyata bagi Distrik Topiyai,” ujarnya.
Secara geografis, wilayah Distrik Topiyai yang meliputi Debakebouda, Baguwopugaida, dan Topiyaimaida dapat dibagi menjadi empat bagian. Diantaranya, Paniai bagian ufuk timur, wilayah selatan, utara, serta timur.
Degei, menyampaikan apresiasi besar kepada kepala suku, intelektual, tokoh pemuda pengawal Distrik Topiyai, 10 kepala kampung, serta tokoh masyarakat.
Hal ini mencerminkan kearifan lokal (adat) yang selaras dengan wawasan modern di tengah “Yuu Waita” sebagai rekreasi penjemputan Muspasmee Ke-VIII. Konsep ini membangun masyarakat harmonis dan kreatif dari hulu hingga hilir Distrik Topiyai.
“Kami ciptakan jiwa sehat, jaga kebugaran, tingkatkan kebersamaan dan keakraban antar warga,” tuturnya.
Kekompakan Pemuda Katolik dan Kingmi luar biasa, didukung persiapan kaum perempuan dan laki-laki asal Topiyai.
“Peran mereka krusial dari tingkat keluarga hingga pemberdayaan komunitas selama dua minggu proses kepanitiaan bersama tokoh pemuda pengawal Distrik,” pungkasnya.
Penulis: Jeri P. Degei
Editor : Tim Redaksi
