Halmahera Selatan – Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Maluku Utara bergerak cepat membantu proses penanganan dan evakuasi korban kapal karam KM Intim Teratai di perairan Desa Talapao, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Selasa (17/2/2026).
Insiden nahas tersebut terjadi di jalur pelayaran antara Desa Sebelei dan Desa Talapao, tepatnya di perairan yang menghubungkan Pulau Kayoa dan Pulau Makian. Saat kejadian, kapal diketahui tengah berlayar dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Berdasarkan laporan di lapangan, cuaca buruk disertai hujan deras, gelombang laut setinggi lebih dari satu meter, serta kabut tebal yang membatasi jarak pandang diduga menjadi faktor utama penyebab kecelakaan. Kondisi ekstrem tersebut mengakibatkan kapal kehilangan kendali hingga akhirnya karam.
Beruntung, seluruh penumpang dilaporkan selamat. Meski demikian, beberapa di antaranya mengalami luka ringan hingga sedang. Cedera tersebut diduga terjadi saat para penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan melompat dari dek kapal ke laut sebelum akhirnya dievakuasi.
Direktur Polairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Azhari Juanda, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya segera menerjunkan personel begitu menerima laporan kejadian.
“Fokus utama kami adalah memastikan seluruh penumpang dapat dievakuasi dalam keadaan selamat dan segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Selain melakukan evakuasi, aparat juga melaksanakan pengamanan di sekitar lokasi kejadian serta melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang. Koordinasi intensif dilakukan bersama instansi terkait guna memastikan situasi perairan kembali aman dan aktivitas pelayaran dapat berjalan normal.
Pihak kepolisian turut mengimbau kepada masyarakat, khususnya para nakhoda dan anak buah kapal (ABK), agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar serta memastikan kelayakan kapal. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah terulangnya insiden serupa di perairan Maluku Utara.
Tim Redaksi
