Takalar – Fakta Timur
Pagar proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Pa’rappunganta, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dilaporkan roboh pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 04.10 WITA setelah hujan disertai angin melanda wilayah tersebut.

Pagar yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 30 meter itu ambruk dan memicu perhatian serta pertanyaan dari warga setempat. Pasalnya, pagar tersebut diketahui baru beberapa hari selesai dikerjakan sebagai bagian dari proyek pembangunan fasilitas pendidikan di desa tersebut.

Sejumlah warga Desa Pa’rappunganta menyoroti kualitas pekerjaan proyek yang dikerjakan oleh pihak kontraktor. Mereka menilai kejadian robohnya pagar dalam waktu yang relatif singkat perlu menjadi perhatian serius dari pihak terkait.

“Baru beberapa hari dikerjakan sudah roboh. Kami berharap kualitas pembangunan benar-benar diperhatikan karena ini fasilitas untuk anak-anak sekolah,” ujar salah seorang warga kepada Fakta Timur.

Menurut warga, pembangunan sarana pendidikan seharusnya mengedepankan standar konstruksi yang baik serta pengawasan teknis yang ketat. Hal tersebut penting untuk menjamin keamanan dan keselamatan fasilitas yang nantinya akan digunakan oleh para siswa.
Di lokasi proyek, beberapa pekerja yang ditemui menyebut robohnya pagar diduga akibat faktor cuaca, yakni hujan dan angin kencang. Namun demikian, warga menilai peristiwa tersebut tetap perlu dievaluasi secara teknis agar diketahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Dari sisi hukum, proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara wajib dilaksanakan sesuai standar teknis dan ketentuan yang berlaku. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang menegaskan bahwa setiap penyedia jasa konstruksi wajib menjamin mutu pekerjaan, keselamatan konstruksi, serta bertanggung jawab atas hasil pekerjaan yang dilaksanakan.
Apabila dalam pelaksanaannya ditemukan adanya kelalaian, penyimpangan spesifikasi, atau tidak terpenuhinya standar mutu konstruksi, maka pihak pelaksana proyek dapat dikenai sanksi administratif hingga konsekuensi hukum sesuai peraturan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor yang menangani pembangunan Sekolah Rakyat tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait insiden robohnya pagar proyek.
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan kualitas pembangunan berjalan sesuai standar.
“Kami berharap ada evaluasi dari pihak berwenang agar pembangunan sekolah ini benar-benar aman dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar warga.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat, yang berharap pembangunan fasilitas pendidikan di daerah mereka dapat dilakukan secara transparan, profesional, dan mengutamakan keselamatan.
Sumber : Bahtiar
Editor : Tim Redaksi
