Gowa, 25 Maret 2026 — Forum Aktivis Mahasiswa Koordinator Gowa (FORMASI) melontarkan sorotan keras terhadap Pemerintah Kabupaten Gowa terkait mencuatnya isu dugaan skandal yang menyeret nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang, yang kini menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat.
Ketua FORMASI Gowa, Bung Dani, menilai pemerintah daerah tidak boleh bersikap pasif dan terkesan membiarkan polemik berkembang tanpa adanya klarifikasi yang transparan dan bertanggung jawab.
“Dalam situasi seperti ini, diamnya pemerintah justru memperkuat spekulasi publik. Ini bukan lagi sekadar isu personal, tetapi sudah berdampak pada legitimasi kekuasaan dan kepercayaan masyarakat,” tegas Bung Dani dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
FORMASI menegaskan bahwa jabatan publik melekat dengan tanggung jawab moral yang tinggi. Ketika muncul isu yang berpotensi mencoreng citra pejabat publik, pemerintah dinilai wajib hadir memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat, bukan sekadar bantahan sepihak tanpa transparansi.
Lebih jauh, FORMASI menilai polemik tersebut berpotensi merusak nama baik Kabupaten Gowa yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan sejarah panjang serta nilai kehormatan yang kuat.
“Gowa tidak boleh dipersempit oleh isu-isu pribadi yang tidak jelas ujungnya. Jangan sampai sejarah besar daerah ini dikalahkan oleh persoalan yang justru mencerminkan kemunduran etika dalam pemerintahan,” lanjut Bung Dani.
Selain itu, FORMASI juga mengkritik kecenderungan pemerintah yang dianggap lebih fokus pada pengendalian opini publik dibandingkan menyelesaikan akar persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Publik hari ini butuh kejelasan, bukan pengalihan isu. Jika memang tidak benar, buktikan secara terbuka. Jika ada masalah, selesaikan secara bermartabat. Jangan biarkan ruang publik dipenuhi spekulasi,” ujar Bung Dani.
FORMASI menegaskan bahwa krisis kepercayaan publik merupakan ancaman nyata bagi stabilitas pemerintahan daerah. Oleh karena itu, langkah cepat, transparan, dan akuntabel dinilai menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda.
Sebagai bentuk keseriusan sikap, FORMASI Gowa juga menyatakan akan segera menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat. Aksi tersebut direncanakan sebagai wadah penyampaian aspirasi masyarakat terhadap berbagai persoalan yang dinilai telah menyebabkan kemunduran produktivitas Pemerintah Kabupaten Gowa.
“Aksi ini bukan sekadar reaksi atas satu isu, tetapi akumulasi dari berbagai kekecewaan publik terhadap kinerja pemerintah yang dinilai stagnan bahkan mengalami kemunduran. Kami akan turun ke jalan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk mengingatkan pemerintah,” tegas Bung Dani.
FORMASI menekankan bahwa aksi tersebut akan dilakukan secara terbuka, konstitusional, dan berlandaskan kepentingan rakyat, dengan membawa tuntutan yang jelas dan terukur.
Di akhir pernyataannya, FORMASI Gowa mendesak adanya klarifikasi resmi yang komprehensif serta membuka ruang pengawasan publik agar polemik tersebut tidak terus berkembang menjadi bola liar yang merugikan masyarakat luas.
“Kepercayaan publik adalah fondasi pemerintahan. Jika itu runtuh, maka yang tersisa hanyalah krisis legitimasi,” tutup Bung Dani. (*)
Sumber : Ketua FORMASI Gowa (Dani)
Penulis : Mj@.19
Editor : Tim Redaksi
