Fakta Timur. id – Tegal, 16 Juni 2026 – Tradisi tahunan Ruwat Bumi Guci yang digelar 12–17 Juni 2026 memasuki hari puncaknya. Hari ini diadakan kirab gunungan hasil bumi, upacara adat sakral, karnaval budaya, serta pertunjukan kesenian khas Tegal seperti ebeg dan tayuban.

Ritual yang bertepatan dengan bulan Muharram/Suro ini merupakan ungkapan syukur masyarakat atas berkah alam, sumber air panas, dan keselamatan, sekaligus doa bersama agar dijauhkan dari bencana dan diberi kemakmuran.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Akhmad Uwes Qoroni menyampaikan dukungan penuh. “Ruwat Bumi bukan sekadar hiburan, melainkan sarana melestarikan warisan leluhur dan mengajak seluruh pihak menjaga kelestarian lingkungan Gunung Slamet agar tetap bermanfaat untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Sesepuh dan Tokoh Adat
Ketua Masyarakat Adat Reksa Wana Guci, Sobirin atau akrab disapa Mbah Birin menegaskan makna mendalam tradisi ini. “Bumi dan air adalah titipan yang harus dijaga. Ruwat Bumi mengingatkan: alam akan memberi manfaat jika kita perlakukan dengan baik dan penuh rasa hormat,” ungkapnya. Juru Kunci Guci, Tulus, juga menambahkan, “Tradisi ini mengajarkan hidup selaras dengan alam, agar senantiasa damai dan sejahtera.”
Sebelumnya telah berlangsung rangkaian sakral seperti resik bumi, penanaman pohon, ziarah makam, istighosah, hingga prosesi nyiwer dan larung yang diikuti ribuan warga.
Semoga tradisi luhur ini terus terjaga, menjadi perekat warga, sekaligus daya tarik wisata budaya yang membanggakan Kabupaten Tegal.
(Red Lia )
