Gowa, 27 Maret 2026 — Sejumlah lembaga aktivis yang terdiri dari pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat yang tergabung dalam aliansi gerakan menggelar konsolidasi internal di Sekretariat FORMASI Gowa, Jumat malam (27/3/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Konsolidasi tersebut digelar sebagai respons terhadap situasi terkini di Kabupaten Gowa yang dinilai semakin memprihatinkan.
Kajian strategis bertajuk “Konsolidasi Gerakan” tersebut menjadi ruang penyatuan sikap sekaligus perumusan strategi perjuangan dalam mengawal berbagai isu yang berkembang di daerah, khususnya terkait dugaan skandal pejabat publik serta berbagai persoalan pemerintahan daerah yang dinilai belum terselesaikan secara optimal.
Dalam forum tersebut, para pemuda, mahasiswa, dan masyarakat yang hadir menyepakati sejumlah tuntutan utama. Salah satu poin utama adalah mendesak pengusutan tuntas terhadap dugaan skandal yang diduga melibatkan pejabat publik di Kabupaten Gowa. Mereka menilai bahwa kasus tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum yang jelas.
Selain itu, aliansi juga mendesak Bupati Gowa untuk segera memberikan klarifikasi secara terbuka, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat. Langkah tersebut dianggap penting guna menjaga stabilitas pemerintahan daerah sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Tidak hanya menyoroti dugaan skandal, konsolidasi tersebut juga membahas berbagai persoalan lain yang dinilai menghambat kemajuan daerah. Aliansi pemuda menilai Pemerintah Kabupaten Gowa harus segera menuntaskan problematika di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, kebijakan ekonomi daerah, hingga stabilitas sosial yang dinilai mulai terdampak akibat situasi yang berkembang.
Dalam pernyataan sikapnya, para peserta konsolidasi juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk tindakan yang dinilai mencederai marwah daerah. Seruan “Stop Cemari Marwah Tanah Gowa Berserata” menggema dalam konsolidasi tersebut sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan serta dugaan penyimpangan kekuasaan.
Sebagai bentuk keseriusan, hasil konsolidasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan aksi nyata dalam waktu dekat. Aliansi menyatakan kesiapan untuk turun ke jalan guna menyampaikan aspirasi secara terbuka apabila tuntutan yang mereka ajukan tidak segera direspons oleh pihak terkait.
Konsolidasi tersebut juga menjadi penegasan bahwa kondisi Kabupaten Gowa saat ini, menurut aliansi, berada dalam situasi yang disebut sebagai “Gowa Darurat”, yang membutuhkan perhatian serius serta langkah cepat dari seluruh pemangku kebijakan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Gowa terkait tuntutan dan desakan yang disampaikan oleh aliansi pemuda, mahasiswa, dan masyarakat tersebut.
Situasi ini pun diperkirakan akan terus berkembang, seiring rencana aksi lanjutan yang tengah disiapkan oleh aliansi gerakan dalam waktu dekat. (*)
Sumber : Bung Dani
Penulis : Mj@.19
Tim/Redaksi
