GOWA – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan anak laki-laki berusia lima tahun yang dilaporkan terseret ombak di kawasan pemecah ombak Pattingalloang, Kabupaten Gowa. Korban bernama Ridho Alganiu ditemukan pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 09.41 WITA dalam kondisi meninggal dunia, setelah dua hari dilakukan operasi pencarian.
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Saat itu, korban sedang mandi bersama keluarganya di pesisir Pattingalloang. Namun nahas, ketika korban berada di dekat batu pemecah ombak, gelombang besar tiba-tiba datang dan menyeretnya ke laut.
Laporan kejadian segera ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan yang melibatkan BPBD Kota Makassar, Damkarmat, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat. Pencarian dilakukan sejak hari pertama hingga pukul 21.00 WITA, namun terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca buruk dengan tinggi gelombang mencapai sekitar dua meter, demi keselamatan seluruh personel.
Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada hari kedua, Senin (19/1/2026), dipimpin oleh Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Makassar, Ricky Karumpa. Sebanyak 20 personel BPBD Kota Makassar dikerahkan dengan dukungan satu unit kapal rescue, satu perahu karet, satu mobil rescue, serta satu unit ambulans. Penyisiran difokuskan di sekitar lokasi kejadian dan jalur hanyut korban.
Sekitar pukul 09.41 WITA, korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. M. Fadli Tahar, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut.
“Kami turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang telah bekerja keras sejak hari pertama pencarian,” ujarnya.
BPBD Kota Makassar kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di sekitar pemecah ombak yang memiliki risiko tinggi, terutama ketika kondisi cuaca dan gelombang laut tidak stabil.
Tim Redaksi
