Makassar — Transformasi digital dan inovasi layanan publik mendorong pertumbuhan ekonomi Makassar lebih cepat dari nasional, dengan inflasi tetap terkendali.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria, menyampaikan ekonomi Makassar tumbuh 5,39 persen pada kuartal III 2025, mengungguli pertumbuhan nasional 5,01 persen dan Sulawesi Selatan 5,04 persen. Pertumbuhan ini berdampak pada penurunan kemiskinan dari 4,97 persen menjadi 4,43 persen, serta pengangguran dari 9,71 persen menjadi 9,6 persen.
Makassar juga berhasil menjaga inflasi hanya 1,19 persen, jauh lebih rendah dari tingkat nasional dan provinsi. Salah satu langkah konkret adalah Gerakan Pangan Murah dengan sistem pembayaran nontunai, yang menjadi model bagi daerah lain.
Ricky menekankan empat faktor kunci: digitalisasi ASN, transformasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), kolaborasi dengan perbankan melalui Cash Management System, dan pengembangan event ekonomi kreatif.
“Pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga ini bukan kebetulan, tetapi hasil kerja sama, inovasi, dan transformasi digital menyeluruh,” ujar Ricky.
Makassar kini tampil sebagai kota modern yang produktif, dinamis, dan ramah digital, sekaligus memperkuat posisi sebagai pusat perdagangan, budaya, dan pariwisata.
Tim Redaksi
