Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menegaskan bahwa garam merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke tambak garam di Desa Sidowonge, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (14/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Aryanto meninjau langsung perkembangan usaha produksi garam yang dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasokan garam di Provinsi Gorontalo. Desa Sidowonge sendiri tercatat sebagai salah satu sentra produksi garam terbesar di daerah itu dengan luas lahan mencapai sekitar 100 hektare.
Menurut Aryanto, potensi lahan yang luas menjadi kekuatan utama dalam mendorong peningkatan produksi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa sektor pergaraman sangat bergantung pada kondisi cuaca, khususnya intensitas sinar matahari.
“Usaha garam di Desa Sidowonge ini merupakan salah satu yang terbesar di Gorontalo, dengan luas lahan sekitar 100 hektare yang memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan garam. Namun, produksi sangat bergantung pada cuaca, terutama sinar matahari. Jika cuaca mendukung, produksi akan meningkat, sebaliknya jika cuaca kurang baik, produksi akan menurun,” ujar Aryanto.
Ia menambahkan, sektor garam saat ini telah menjadi salah satu program prioritas nasional karena berkaitan erat dengan ketahanan pangan. Pemerintah Provinsi Gorontalo, kata dia, berkomitmen untuk terus mendorong keberlanjutan dan stabilitas produksi agar mampu memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi masyarakat pesisir.
“Garam merupakan salah satu program prioritas nasional dan isu strategis dalam ketahanan pangan kita. Kami akan terus memberikan dukungan agar produksi garam Gorontalo tetap berkelanjutan, stabil, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Berdasarkan data DKP Provinsi Gorontalo, luas lahan yang telah terintegrasi dalam program garam di Desa Sidowonge mencapai 114 hektare dan dikelola oleh 12 kelompok petani. Sepanjang tahun 2025, total produksi garam tercatat sebesar 232.850 kilogram. Sementara pada Januari 2026 saja, produksi telah mencapai 143.550 kilogram.
Untuk mengoptimalkan produksi, para petani masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana. Di antaranya tiga unit tunnel untuk mempercepat proses produksi, tiga unit gudang penyimpanan, serta 120 rol geomembran atau masing-masing 10 rol per kelompok. Selain itu, diperlukan pula 12 unit bak penampungan air tua, pembangunan jalan produksi integrasi sepanjang satu kilometer, serta pemisahan saluran buangan air sawah dari saluran utama pengambilan air muda guna menjaga kualitas air produksi.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan DKP Provinsi Gorontalo, di antaranya Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PRL & PSDKP), Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Desain Produk Kelautan Perikanan, serta jajaran administrator, pengawas, dan pelaksana teknis. Kelompok petani garam setempat juga hadir dan berdialog langsung terkait kebutuhan serta tantangan yang dihadapi di lapangan.
Melalui kunjungan ini, DKP Provinsi Gorontalo berharap pengembangan sentra garam Sidowonge dapat semakin terarah, produktif, dan berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan serta perekonomian daerah.
Tim Redaksi
