Ternate – Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si, menghadiri dan menjadi narasumber pada Dialog Lintas Iman dan Sosialisasi Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini digelar di Ballroom Hotel Muara, Minggu (15/2/2026), dan mengangkat tema “Bacarita untuk Maluku Utara Damai dan Sejahtera”.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, S.Ag, M.Pd.I, yang menyampaikan pentingnya dialog antarumat beragama untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman yang ada di provinsi ini. Dalam sambutannya, Sarbin menekankan bahwa moderasi beragama bukan hanya soal toleransi, tetapi juga membangun sikap saling menghargai dan hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai narasumber, Wali Kota Tauhid Soleman menekankan peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat semangat kebersamaan dan harmoni antarumat beragama. Ia menyoroti berbagai upaya yang telah dilakukan di Kota Ternate, seperti kegiatan interfaith, forum konsultasi antar pemuka agama, serta sosialisasi nilai-nilai toleransi di sekolah-sekolah dan komunitas lokal. Menurutnya, pendekatan dialog dan edukasi menjadi kunci utama untuk mencegah konflik dan menumbuhkan perdamaian yang berkelanjutan.
Dialog Lintas Iman ini dihadiri oleh tokoh agama dari berbagai denominasi, perwakilan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta akademisi. Kegiatan ini menghadirkan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok untuk membahas isu-isu nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk bagaimana menanggapi konflik sosial, menyikapi berita hoaks terkait agama, dan mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga kerukunan.
Ketua FKUB Provinsi Maluku Utara menyatakan, kegiatan “Bacarita untuk Maluku Utara Damai dan Sejahtera” merupakan bagian dari upaya berkelanjutan FKUB dalam memperkuat moderasi beragama, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya toleransi, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan komunitas lokal.
Acara ditutup dengan komitmen bersama semua peserta untuk terus membangun Maluku Utara sebagai provinsi yang damai, harmonis, dan sejahtera, melalui penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan kerukunan antarumat beragama di semua lini kehidupan masyarakat.
Tim Redaksi
