Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) melontarkan tantangan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dalam forum debat di hadapan mahasiswa. Tantangan tersebut disampaikan sebagai respons atas sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dijelaskan secara langsung kepada publik, khususnya kalangan akademisi dan generasi muda.
Dalam pernyataannya, Ketua BEM UGM menegaskan bahwa ajakan debat bukan dimaksudkan sebagai bentuk konfrontasi personal, melainkan sebagai upaya membuka ruang dialog rasional antara mahasiswa dan pemerintah. Menurutnya, kampus merupakan ruang intelektual yang tepat untuk menguji gagasan, mengkritisi kebijakan, sekaligus mencari solusi bersama atas berbagai persoalan bangsa.
“Mahasiswa memiliki hak moral dan tanggung jawab sosial untuk mengawal jalannya pemerintahan. Debat terbuka di kampus adalah ruang sehat untuk menyampaikan argumentasi berbasis data dan rasionalitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, UGM sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia memiliki tradisi panjang dalam diskursus akademik dan gerakan intelektual. Karena itu, kampus dipandang sebagai tempat ideal untuk mempertemukan gagasan pemerintah dengan kritik konstruktif dari mahasiswa.
Tantangan tersebut memicu beragam respons dari publik. Sebagian kalangan memuji keberanian mahasiswa sebagai bentuk kontrol sosial dalam sistem demokrasi. Mereka menilai langkah ini mencerminkan partisipasi aktif generasi muda dalam mengawal kebijakan publik.
Namun, tidak sedikit pula yang meragukan efektivitas debat antara mahasiswa dan kepala negara. Beberapa pihak menilai forum dialog formal atau diskusi kebijakan mungkin lebih tepat dibandingkan format debat terbuka yang berpotensi menjadi ajang politisasi.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya ruang dialog terbuka antara generasi muda dan pemimpin negara. Dalam sistem demokrasi, komunikasi dua arah yang sehat dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga akuntabilitas dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Sumber : Postingan FB, Yayuk Kartika Sari
Editor : Tim Redaksi
