Takalar, faktatimur.id, 14 Februari 2026 – Aksi damai yang digelar Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Gowa di SPBU Kalampa, Kabupaten Takalar, Sabtu (14/02/2026), memanas setelah muncul dugaan tindakan premanisme oleh sejumlah oknum berpakaian preman yang disebut berupaya menghalangi dan membubarkan massa aksi.
SAPMA PP Gowa menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi dan upaya pembungkaman terhadap hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.
Ketua SAPMA PP Gowa, Sigit, dalam keterangannya menyatakan pihaknya mengecam keras dugaan pengerahan oknum berpakaian preman yang dinilai bertindak intimidatif terhadap massa aksi.
“Kami sangat menyayangkan dan mengecam keras dugaan tindakan premanisme oleh oknum bayaran yang berpakaian preman untuk membubarkan aksi damai kami. Ini adalah bentuk intimidasi terhadap gerakan moral mahasiswa dan pemuda yang memperjuangkan keadilan serta kepentingan masyarakat,” tegas Sigit.
Menurutnya, aksi di SPBU Kalampa merupakan langkah pra-kondisi sebagai peringatan awal atas dugaan pelanggaran dan pembiaran dalam penyaluran BBM subsidi yang disebut-sebut merugikan masyarakat kecil.
Jenderal Lapangan, Bung Taufik, menegaskan bahwa dugaan intimidasi di lapangan justru memperkuat komitmen gerakan untuk terus mengawal persoalan tersebut hingga tuntas.
“Kami tidak akan mundur selangkah pun. Dugaan tindakan premanisme ini justru memperkuat keyakinan kami bahwa ada sesuatu yang berusaha ditutup-tutupi. Kami akan terus melawan segala bentuk ketidakadilan,” ujarnya.
Senada, Koordinator Mimbar Muh. Haidir menyatakan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral pemuda dalam mengawal hak rakyat atas distribusi BBM subsidi yang tepat sasaran.
“Kami bergerak bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk memastikan BBM subsidi benar-benar diperuntukkan bagi yang berhak. Jika ada yang mencoba menghalangi, maka itu adalah bentuk perlawanan terhadap kepentingan rakyat,” tegasnya.
SAPMA PP Gowa memastikan aksi di SPBU Kalampa, Kabupaten Takalar, hanyalah langkah awal. Dalam waktu dekat, mereka menyatakan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar, dengan titik aksi di SPBU Kalampa serta Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Makassar sebagai bentuk eskalasi tuntutan.
PT Pertamina Patra Niaga disebut menjadi salah satu pihak yang diminta bertanggung jawab melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh SPBU di wilayah operasionalnya.
Dalam pernyataan resminya, SAPMA PP Gowa menyampaikan lima tuntutan utama:
- Evaluasi dan investigasi menyeluruh terhadap SPBU Kalampa, Kabupaten Takalar.
- Penghentian segala praktik yang bertentangan dengan regulasi penyaluran BBM subsidi.
- Aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap oknum yang diduga melakukan intimidasi dan premanisme.
- Peningkatan pengawasan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terhadap seluruh SPBU di wilayahnya.
- Pencabutan izin operasional SPBU Kalampa apabila terbukti melanggar ketentuan.
SAPMA PP Gowa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini hingga tuntas, demi memastikan tidak ada lagi praktik-praktik yang merugikan masyarakat serta mencederai prinsip keadilan sosial.
“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Sekali layar terkembang, surut kita berpantang!” seru massa aksi menutup kegiatan.
Sumber : Jend. Lapangan bung Taufiq
Penulis : Mj@.19
Editor : Tim Redaksi
