LABUAN BAJO – FAKTA TIMUR
Kelompok Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) mengadakan pertemuan bersama para pendamping PKH, yakni Ibu Emi, Ibu Ecak, dan Ibu Asti, sebagai upaya penguatan pemahaman Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap pelaksanaan program.

Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bantuan PKH dimanfaatkan secara tepat sasaran serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para pendamping menyampaikan berbagai informasi penting terkait hak dan kewajiban KPM, mekanisme penyaluran bantuan, serta pentingnya pemenuhan komitmen di bidang pendidikan dan kesehatan.

Ibu Emi juga menyampaikan bahwa di Desa Macang Tanggar terdapat sembilan kelompok penerima bantuan PKH. Pertemuan kelompok dilaksanakan lima kali dalam sebulan. Bahkan, jika ada kegiatan tambahan dari kementerian, jumlah pertemuan dapat melebihi lima kali dalam satu bulan.
“PKH bukan hanya tentang bantuan tunai, tetapi bagaimana bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan keluarga. Oleh karena itu, kami berharap seluruh KPM dapat mematuhi ketentuan dan aktif mengikuti setiap pertemuan,” ujar Ibu Emi.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing pendamping juga membawakan materi mengenai manfaat penerimaan bantuan PKH serta peran orang tua dalam mendidik anak-anak.
Ibu Ecak menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengurangi perilaku buruk anak, khususnya pada usia di bawah dua tahun, di antaranya dengan cara:
Membuat lingkungan yang aman bagi anak
Membatasi anak menonton televisi
Menjelaskan akibat dari perilaku buruk anak
Membuat aturan bersama anak
Memberikan waktu kepada anak untuk menenangkan diri dan berpikir
Senada dengan itu, Ibu Asti juga memberikan materi mengenai tips menjadi orang tua hebat, antara lain:
Ayah dan ibu saling bekerja sama dalam mengasuh anak
Saling berdiskusi dan memutuskan bersama hal yang berkaitan dengan pengasuhan anak
Memuji sifat dan perilaku baik anak
Memberikan penghargaan atas perilaku baik anak sesuai dengan kemampuan orang tua
Selain penyampaian materi, pertemuan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab untuk menampung aspirasi, keluhan, serta kendala yang dihadapi KPM dalam pelaksanaan PKH. Diskusi berlangsung secara terbuka dan kondusif dengan harapan dapat memberikan solusi yang tepat bagi para peserta.
Melalui pertemuan ini diharapkan koordinasi antara pendamping PKH dan Keluarga Penerima Manfaat semakin solid, sehingga program Keluarga Harapan dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Emanuel
