LABUAN BAJO — FAKTA TIMUR
Tim UPTD Pengelola Limbah Domestik Kota Labuan Bajo terus menunjukkan respon cepat dalam menangani berbagai permasalahan saluran air yang tersumbat akibat limbah rumah tangga dan sampah yang menumpuk. Kegiatan penanganan tersebut kembali dilakukan pada Selasa, 17 Maret 2026.

Dalam penanganannya, tim gabungan kebersihan sering dikerahkan untuk mengangkat sampah secara manual dari saluran air yang tersumbat. Sampah yang ditemukan umumnya didominasi plastik, ranting, serta limbah rumah tangga lainnya yang menghambat aliran air, khususnya di kawasan pemukiman warga.

Kepala UPTD, Frumen, bersama timnya secara rutin melakukan pembersihan saluran air di sejumlah area perumahan di Kota Labuan Bajo. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap genangan air serta penyumbatan yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.
Selain pembersihan manual, tim UPTD juga mengoperasikan armada mobil tangki untuk melakukan penyedotan limbah domestik yang menyumbat saluran. Upaya ini bertujuan membantu mengurangi beban limbah cair yang masuk ke selokan dan menjaga kelancaran sistem drainase kota.

Berdasarkan temuan di lapangan, sekitar 40 persen limbah rumah tangga masih dibuang langsung ke selokan. Kondisi ini dinilai memperburuk sistem pengolahan air limbah serta mempercepat terjadinya penyumbatan saluran air.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke selokan atau saluran air. Kesadaran bersama sangat penting karena jika saluran tersumbat, dampaknya akan kembali dirasakan oleh masyarakat sendiri. Kegiatan pembersihan ini kami sebut sebagai penggelontoran saluran,” ujar Frumen.
Sebagai salah satu destinasi wisata super premium, Labuan Bajo tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung.
Upaya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk pengelolaan limbah domestik, menjadi bagian penting dalam mendukung citra Labuan Bajo sebagai kota wisata yang tertata, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis: Emanuel
