Napoli harus menelan kekecewaan usai hanya meraih hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas FC Copenhagen pada matchday ke-7 Liga Champions 2025/26. Laga yang digelar Rabu (21/1/2026) dini hari WIB tersebut sejatinya memberikan peluang besar bagi Partenopei untuk membawa pulang kemenangan, terlebih setelah mereka unggul jumlah pemain sejak babak pertama.
Tim tamu sempat memimpin lebih dulu melalui gol Scott McTominay, namun keunggulan itu gagal dipertahankan. FC Copenhagen yang bermain dengan sepuluh pemain justru mampu bangkit dan menyamakan skor lewat Jordan Larsson. Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin.
Dengan tambahan satu angka, Napoli kini menempati posisi ke-23 klasemen sementara Liga Champions dengan koleksi delapan poin. Copenhagen memiliki poin yang sama dan berada tepat satu tingkat di bawah Napoli, membuat persaingan menuju fase berikutnya semakin ketat.
Babak Pertama: Tekanan Tuan Rumah dan Kartu Merah Krusial
Sejak peluit awal dibunyikan, FC Copenhagen tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri. Tekanan tinggi langsung diterapkan dan sempat merepotkan lini belakang Napoli. Peluang emas tercipta melalui sepakan melengkung Rasmus Hojlund, namun bola masih melebar tipis dari gawang yang dijaga Vanja Milinkovic-Savic.
Napoli mencoba merespons lewat serangan balik cepat. Antonio Vergara yang menjalani debut penuh di Liga Champions mendapat kesempatan emas, namun penyelesaiannya belum menemui sasaran.
Momentum pertandingan berubah pada menit ke-35. Gelandang Copenhagen, Thomas Delaney, melakukan tekel keras terhadap Stanislav Lobotka. Awalnya wasit hanya mengganjar kartu kuning, namun setelah meninjau tayangan VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah langsung. Copenhagen pun harus bermain dengan sepuluh orang hingga laga usai.
Meski unggul jumlah pemain, Napoli belum mampu memecah kebuntuan hingga turun minum. Skor kacamata bertahan di akhir babak pertama.
Babak Kedua: Napoli Unggul, Copenhagen Bangkit
Memasuki babak kedua, Napoli tampil lebih menekan dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Hasilnya terlihat di awal paruh kedua pertandingan. Dari situasi sepak pojok, Eljif Elmas mengirim umpan matang yang disambut sundulan Scott McTominay. Gol tersebut membawa Napoli unggul 1-0.
Namun keunggulan itu tidak membuat Napoli bermain lebih solid. Copenhagen justru tetap berani keluar menyerang meski bermain dengan sepuluh orang. Beberapa peluang berhasil diciptakan dan membuat pertahanan Napoli bekerja keras.
Petaka bagi Napoli datang pada menit ke-72. Alessandro Buongiorno melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Jordan Larsson yang maju sebagai algojo memang gagal mengeksekusi penalti dengan sempurna, tetapi ia sigap menyambar bola muntah untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Di sisa waktu pertandingan, Napoli mencoba meningkatkan intensitas serangan. McTominay dan Matias Olivera mendapat peluang melalui situasi bola mati, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat gol tambahan tak kunjung tercipta.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor imbang 1-1 tetap bertahan. Napoli harus menerima kenyataan gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sementara Copenhagen layak mendapat apresiasi atas daya juang tinggi mereka.
Statistik dan Evaluasi
Secara statistik, Napoli mendominasi penguasaan bola hingga 70 persen dan melepaskan 19 tembakan, berbanding lima milik Copenhagen. Namun efektivitas menjadi pembeda utama. Dari tekanan yang masif, Napoli hanya mampu mencetak satu gol.
Hasil ini menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Antonio Conte, terutama dalam hal konsistensi dan ketajaman saat menghadapi situasi menguntungkan. Sementara itu, Copenhagen membuktikan diri sebagai tim yang sulit ditaklukkan, bahkan dalam kondisi serba terbatas.
Tim Redaksi
