Yimougi Paniai- Papua Tengah-Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi “Daidaa Eyagitaida” Paroki Komopa, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika, menggelar diskusi terakhir menjelang Muspasme VIII. Kegiatan ini berlangsung di Gereja Katolik Yimougi Eyagitaida, Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai.
Ketua Panitia lokal Stasi Muspasme, Demian Degei, menyampaikan bahwa seluruh panitia bersama umat Stasi “Daidaa Eyagitaida” serta pemuda pengawal Distrik Topiyai telah melaksanakan diskusi terakhir di Gereja Katolik Dokiyaida.
“Di akhir pekan, kami panitia stasi bersama umat merayakan bakar batu dengan penuh semangat dan sukacita. Dua ekor babi dan satu karung ayam dimasak bersama di halaman gereja sebagai wujud kebersamaan, Laporan melalui WastaAp dari Ketua Panitia Muspasme Demian Kepada Redaksi, Siang Jam. 3.00 Wit Sore,”ujar Demian.
Dalam ibadah Minggu Raya yang bertepatan dengan diskusi terakhir, hadir pula anggota DPRK Dogiyai, Yohanes Degei, S.Ip, Komisi A yang turut mendukung kepanitiaan dengan menyumbangkan 2 ekor babi rayakan masakan adat batu bakar, dan ayam 1 karung serta uang tunai sebesar Rp 9.000.000.
Demian menambahkan, pihak panitia sangat mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk pejabat asal Distrik Topiyai, sepuluh kepala kampung, pastor Dekenat Moni, DPRK Dogiyai, serta para penggiat yang telah memberikan kontribusi.
“Atas nama kepanitiaan stasi, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan semua pihak dalam menyukseskan Muspasme VIII di Paroki Komopa, Dekenat Paniai,” tutup Demian.
Sumber : Jeri P. Degei
Editor : Tim Redaksi
