Bone — Dinas Kesehatan Kabupaten Bone terus meningkatkan pembinaan kesehatan bagi calon jemaah haji melalui pelaksanaan bimbingan manasik haji terintegrasi di tingkat kecamatan. Program ini menjadi langkah strategis dalam mengidentifikasi secara dini berbagai faktor risiko kesehatan yang berpotensi dialami calon jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, dr. Kasmawar Abbas, DK, menjelaskan bahwa manasik kesehatan bertujuan untuk memetakan kondisi kesehatan seluruh calon jemaah haji secara menyeluruh. Dengan pemetaan tersebut, potensi gangguan kesehatan dapat ditangani lebih awal agar tidak menimbulkan masalah serius saat pelaksanaan ibadah haji.
“Melalui manasik kesehatan ini, kami melakukan skrining untuk mengetahui kondisi kesehatan jemaah sejak dini, sehingga faktor risiko yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar dr. Kasmawar kepada RRI.CO.ID, Senin (2/2/2026).
Ia mengungkapkan, sejumlah faktor risiko yang menjadi perhatian utama meliputi penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, serta penyakit lain yang berpotensi berkembang menjadi penyakit menular. Seluruh temuan tersebut akan ditangani melalui tata laksana medis yang sesuai, termasuk pengobatan, pemantauan berkala, hingga edukasi kesehatan kepada jemaah.
“Setelah faktor risiko teridentifikasi, dilakukan upaya perbaikan dan pengendalian agar kondisi kesehatan calon jemaah tetap stabil, baik sebelum keberangkatan maupun selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” jelasnya.
Pada musim haji tahun ini, Kabupaten Bone memperoleh kuota jemaah haji reguler sebanyak 2.022 orang. Jumlah tersebut menuntut kesiapan pelayanan kesehatan yang optimal agar seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman, lancar, dan khusyuk.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bone juga активно menjalin koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone, dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara komprehensif. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta pemantauan penyakit kronis yang diderita calon jemaah.
Melalui pembinaan kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bone berharap risiko kegawatdaruratan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji dapat diminimalisasi. Dengan demikian, diharapkan terwujud jemaah haji yang sehat, mandiri, serta siap secara fisik dan mental dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Tim Redaksi
