HALSEL – Ikatan Pelajar Mahasiswa Loleomekar (IPML) angkat suara terkait mandeknya transportasi laut rute Loleojaya, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat yang menggantungkan mobilitasnya pada jalur laut tersebut.
IPML menilai, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari Pemerintah Daerah Halmahera Selatan untuk memastikan kembali beroperasinya kapal pada rute strategis tersebut. Padahal, jalur Loleojaya menuju Ternate merupakan akses utama masyarakat untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian dan perikanan.
Iksan, menegaskan bahwa Pemda Halsel semestinya segera mempercepat pengoperasian kapal pada rute tersebut, bukan hanya sekadar menyampaikan janji tanpa realisasi.
“Jangan hanya janji. Ini menyangkut kepentingan masyarakat. Transportasi laut adalah urat nadi ekonomi dan kebutuhan dasar warga,” ujar Iksan.
Menurutnya, mandeknya transportasi laut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar dengan mencari alternatif jalur lain yang lebih jauh dan tidak efisien. Mahasiswa dan pelajar asal Loleomekar yang menempuh pendidikan di Ternate pun ikut terdampak karena kesulitan akses pulang-pergi.
IPML menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Selain berdampak pada ekonomi warga, keterlambatan operasional kapal juga berpotensi menghambat pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan rujukan ke Ternate.
Iksan menambahkan, pemerintah daerah melalui dinas terkait harus segera mengambil langkah tegas dan transparan. IPML meminta agar hal tersebut disampaikan secara terbuka kepada publik.
“Kami meminta Pemda Halsel segera bertindak cepat dan serius. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lambannya penanganan transportasi laut ini,” tegasnya.
Bagi masyarakat Kasiruta Timur, kepastian transportasi laut bukan sekadar soal perjalanan, melainkan soal keberlangsungan hidup dan akses terhadap layanan dasar. Karena itu, IPML mendesak pemerintah daerah agar tidak lagi menunda solusi yang sudah lama dinantikan warga.
Red/Afrisal
