LABUAN BAJO – Fakta Timur
Siapa sangka, seorang anak nelayan asal Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini berkarier menjadi prajurit TNI Pasukan Elit Kopassus.
Nabil (21), itulah salah satu putra Pulau Rinca yang menjadi kebanggaan keluarga besarnya. Meski berasal dari desa pesisir, Nabil tidak berkecil hati dalam mengikuti pendidikan militer. Ia belajar dan berlatih dengan tekun hingga akhirnya berhasil lolos menjadi bagian dari Kopassus.
Nabil merupakan putra ketiga dari pasangan Sudirman dan Ratna, seorang nelayan sederhana di Desa Pasir Panjang. Di tengah keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya tetap memberikan dukungan penuh kepada Nabil untuk mengejar cita-citanya menjadi anggota TNI.
Nabil adalah lulusan SMK Negeri 1 Labuan Bajo tahun 2025. Perjalanannya menuju satuan elit TNI Angkatan Darat tersebut tidaklah mudah. Ia harus menjalani berbagai tahapan seleksi yang berlangsung di Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Seleksi untuk menjadi bagian dari satuan khusus Kopassus sangat ketat, baik dari segi fisik, mental, maupun disiplin. Berkat kesungguhan dan doa orang tuanya, Nabil berhasil melewati seluruh tahapan seleksi tersebut.
Keberhasilannya menjadi kebanggaan bagi orang tua serta keluarga besarnya yang berada di Pulau Rinca.
Nabil terlihat sederhana dan penuh semangat saat diwawancarai oleh wartawan Fakta Timur di Bandara Komodo, Labuan Bajo, sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya pada Kamis (5/3/2026).
Ia disambut dengan dekapan hangat oleh keluarga, aparat desa, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Suasana penyambutan berlangsung hangat meski sederhana, mengingat waktu yang terbatas karena Nabil harus kembali ke Jakarta untuk menjalankan tugasnya pada Jumat (6/3/2026).
Ayah Nabil berprofesi sebagai nelayan, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Keduanya sangat bersyukur atas keberhasilan putra mereka. Menurut orang tua Nabil, sejak duduk di bangku sekolah menengah, Nabil dikenal tekun berlatih fisik dan memiliki tekad kuat untuk mengabdi kepada negara.
“Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita besar,” ujar Fadil.
Penulis: Emanuel
