LABUAN BAJO – FAKTA TIMUR
SDI Nanga Nae menjadi saksi momen istimewa dalam rangkaian kunjungan kerja resmi Menteri Transmigrasi Republik Indonesia bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Tiongkok ke Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Kedatangan rombongan tamu kehormatan ini disambut dengan penuh sukacita dan nuansa budaya lokal. Para siswa dan warga setempat menampilkan Tarian Krangkuk Alu, tarian khas Manggarai yang sarat makna persaudaraan dan kebersamaan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (3/6/2026).
Kunjungan penting ini turut didampingi langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Barat serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manggarai Barat beserta jajaran pejabat terkait. Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa saat rombongan memasuki halaman sekolah, disambut sorak-sorai riang para siswa, guru, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga yang telah berkumpul sejak pagi.
Dalam pertemuan yang berlangsung di lingkungan sekolah, momen mengharukan terjadi ketika para siswa SDI Nanga Nae membacakan surat terbuka yang disampaikan langsung oleh anak-anak sekolah tersebut. Dalam surat itu, mereka menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan mendalam kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian dan bantuan yang pernah diberikan untuk pembangunan fasilitas toilet di sekolah mereka.
Kementerian Transmigrasi menyampaikan agar fasilitas yang telah tersedia, khususnya toilet sekolah, senantiasa dijaga, dirawat, dan diperbaiki secara berkala. Kementerian juga menegaskan bahwa fasilitas kebersihan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan bagian penting dari proses pendidikan dan pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat bagi seluruh siswa.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Tiongkok menyampaikan tujuan utama kunjungan serta rencana kerja sama yang akan dibangun di wilayah tersebut. Menurutnya, kerja sama yang dijalin tidak hanya berfokus pada keuntungan investasi bagi pelaku usaha, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, terutama dalam memajukan dunia pendidikan dan mencetak generasi muda yang lebih berkualitas.
Dubes Tiongkok juga mengungkapkan rencana konkret pihaknya untuk membangun Sekolah Bahasa Mandarin di wilayah tersebut. Tujuannya agar masyarakat lokal, khususnya generasi muda, memiliki keterampilan dan wawasan yang lebih luas, tidak tertinggal oleh perkembangan zaman, serta mampu bersaing dan berinteraksi di tingkat internasional tanpa melupakan budaya dan jati diri bangsa.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di SDI Nanga Nae, rombongan Menteri Transmigrasi dan Duta Besar Tiongkok kemudian turun langsung meninjau lokasi lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang dinilai sangat strategis. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 50 hektare yang secara resmi diperuntukkan bagi dua desa, yakni Desa Macang Tanggar dan Desa Warloka.
Secara geografis, lahan tersebut berada di wilayah Anak Munting, sebuah kawasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan permukiman, pertanian, maupun pusat kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kunjungan ini berlangsung lancar, penuh semangat, dan meninggalkan harapan besar bagi masyarakat Desa Macang Tanggar dan sekitarnya. Masyarakat berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal hadirnya perubahan, kemajuan, dan peningkatan kesejahteraan yang lebih baik di masa mendatang.
Penulis: Emanuel
