Makassar, 13 Mei 2026 — Situasi di lingkungan Polsek Tamalate, Kota Makassar, mendadak geger setelah seorang pria bernama Fajrin dilaporkan melarikan diri saat masih menjalani proses pemeriksaan awal oleh penyidik kepolisian. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 19.30 WITA dan langsung memicu operasi pencarian besar-besaran oleh aparat gabungan.
Kapolsek Tamalate, Muh. Thamrin, membenarkan insiden tersebut dan menjelaskan bahwa Fajrin saat itu belum berstatus sebagai tahanan resmi. Namun, yang bersangkutan diduga mengetahui bahwa proses hukum terhadap dirinya akan segera meningkat ke tahap penetapan tersangka dan penahanan.
Menurut penjelasan pihak kepolisian, saat proses pemeriksaan berlangsung, tim penyidik sempat mengambil waktu istirahat sehingga pengawasan terhadap Fajrin melemah. Celah tersebut kemudian dimanfaatkan untuk melancarkan aksi pelarian.
“Yang bersangkutan memanfaatkan situasi ketika pengawasan sedang longgar. Saat itu statusnya masih dalam tahap pemeriksaan awal,” ujar Kapolsek Tamalate dalam keterangannya kepada awak media.
Dalam upaya meloloskan diri, Fajrin disebut nekat melompat dari lantai dua gedung Polsek Tamalate. Polisi juga mengungkap bahwa istrinya yang berada di lokasi diduga turut membantu proses pelarian dengan memantau situasi sekitar dan mengatur pergerakan agar aksi tersebut berjalan tanpa diketahui petugas.
Begitu pelarian diketahui, aparat kepolisian langsung melakukan pengejaran intensif di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian. Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan tim gabungan dari Resmob Polsek Tamalate, Jatanras Polrestabes Makassar, serta Resmob Polda Sulawesi Selatan.
Kapolsek Tamalate menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan pengejaran hingga Fajrin berhasil diamankan kembali. Ia memastikan seluruh sumber daya kepolisian akan dimaksimalkan agar proses hukum terhadap yang bersangkutan dapat dilanjutkan sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal. Semua tim telah bergerak untuk melacak keberadaan yang bersangkutan,” tegasnya.
Di sisi lain, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar di media sosial. Warga diminta tidak menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan maupun kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Pihak kepolisian memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan tetap mengedepankan prosedur hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Fajrin masih dalam pencarian aparat gabungan. Polisi juga belum mengungkap secara rinci motif utama yang mendorong aksi pelarian tersebut. Perkembangan terbaru terkait proses pencarian dan penyelidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik.
Narasumber:
Muh. Thamrin — Kapolsek TamalateTim/Redaksi.
