Pimpin Apel Rabu Menyapa, Sekda Ternate Tegaskan BPBD Harus Solid dan Satu Komando Hadapi Bencana
TERNATE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, memimpin apel pagi dalam rangka Program Rabu Menyapa di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan kedisiplinan, soliditas, serta kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi berbagai potensi kebencanaan.
Apel yang berlangsung di halaman Kantor BPBD Kota Ternate tersebut diikuti oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Ternate Ferry Handany Welley, para pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup BPBD.
Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa BPBD sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang menangani kebencanaan harus bekerja secara solid dan berada dalam satu komando. Menurutnya, tidak boleh ada sekat-sekat atau kelompok di dalam organisasi yang dapat menghambat kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“BPBD harus satu tujuan, tidak boleh terkotak-kotak dan tidak boleh ada kelompok-kelompok. Semua harus bersatu untuk mendukung visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate,” tegas Sekda.
Sekda juga meminta para pejabat struktural, khususnya kepala bidang, agar meningkatkan fungsi pengawasan terhadap jajaran masing-masing. Ia menekankan bahwa kedisiplinan merupakan kunci utama dalam pelaksanaan tugas, mengingat peran BPBD sangat berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Saya minta kepala bidang benar-benar mengontrol jajarannya. Disiplin harus terus ditingkatkan, karena tugas BPBD bersentuhan langsung dengan urusan kebencanaan dan keselamatan warga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekda mengajak seluruh ASN BPBD untuk berperan aktif membantu Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam mewujudkan arah pembangunan daerah. Ia mengingatkan bahwa pada 20 Februari 2026, kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota memasuki satu tahun masa kerja, sehingga diperlukan dukungan penuh dari seluruh ASN.
“Saya sebagai pimpinan ASN akan menjadi penggerak agar kita semua bersama-sama mewujudkan janji dan harapan yang telah disampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan harmonisasi internal di lingkungan BPBD. Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat, termasuk adanya kebijakan pemangkasan tunjangan kinerja daerah yang berpotensi memengaruhi motivasi dan kualitas pelayanan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Tantangan ke depan makin berat, tetapi jika kita kompak dan bersatu, tugas seberat apa pun akan terasa lebih ringan,” ucapnya.
Terkait penanggulangan bencana, Sekda meminta BPBD untuk terus memaksimalkan jejaring dan simpul-simpul kebencanaan, serta memperkuat koordinasi dengan para camat dan lurah di wilayah masing-masing. Upaya mitigasi dinilai harus menjadi prioritas utama untuk meminimalkan risiko bencana.
“Saya minta BPBD lebih intens membangun koordinasi dan konsolidasi, terutama dalam mitigasi bencana. Kita harus memiliki road map yang jelas agar potensi bencana bisa diminimalkan,” jelasnya.
Sekda juga menekankan pentingnya respons cepat dan kepedulian aparatur terhadap kondisi lingkungan sekitar, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat saat terjadi bencana.
“BPBD harus responsif. Jangan sampai muncul pertanyaan di tengah masyarakat, di mana pemerintah saat bencana terjadi,” pesannya.
Selain itu, Sekda mengingatkan seluruh jajaran BPBD untuk selalu siaga dan memastikan alat komunikasi, baik Hand Phone (HP) maupun Handy Talky (HT), selalu aktif guna mengantisipasi kondisi darurat.
“HP dan HT tidak boleh nonaktif. Ini sangat penting untuk mendukung penanganan cepat apabila terjadi keadaan darurat,” tegasnya.
Menutup arahannya, Sekda kembali mengingatkan pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati di lingkungan kerja, serta menjaga koordinasi yang intens demi mendukung setiap kebijakan pimpinan daerah.
“Tidak boleh ada gap dan tidak boleh ada blok-blok. Semua harus satu komando untuk mewujudkan arah pembangunan Kota Ternate ke depan,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN BPBD yang hadir dan mengikuti apel pagi. Ia menegaskan bahwa apel pagi, khususnya yang dilaksanakan setiap hari Senin, harus dimanfaatkan sebagai ruang bertukar informasi, memperkuat silaturahmi, serta menjaga soliditas internal organisasi.
“Apel pagi adalah momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan solidaritas. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran BPBD yang hadir hari ini,” tutup Sekda.
Tim Redaksi
