TEGAL – ( 4 April 2026 ) – Bayangkan sebuah taman wisata yang baru saja di bangun , seharusnya menjadi wajah Baru yang yang menyegarkan dan menjadi kebanggan warga . Namun , kenyataan pahit justru terjadi di Taman Wisata Bendungan Danawari .
Alih-alih tampak hijau rimbun terawat , tempat ini justru menampilkan pemandangan yang menyayat hati . Tanah tampak gersang dan kering kerontang .
Pohon – pohon hias serta rerumputan yang dulunya mungkin ditanam untuk menambah pesona, kini tapak tak terurus , layu , dan tak bernyawa , bahkan ke beradaan pohon Pule yang di harapkan menjadi ikon salah satu di sana , nyatanya hanya menjadi
Khayalan belaka . Pohon itu tak terlihat , batang , ratingnya maupun daunnya , seolah tak pernah ada di sana sejak awal .
Kondisi memprihatinkan ini membuat para pengunjung menggelengkan kepala tak percaya . Sebagian besar bahkan hanya bisa melihatnya dari balik pagar masuk , enggan mendekat karena kecewa .salah satu di antaranya adalah Wisnu (35 tahun) seorang wisatawan lokal Yang berasal dari Slawi . tak bisa menyembunyihan kekecewaan nya Saat berkunjung ke sana ,” padahal belum lama dibangun , tapi kondisinya sudah begini . Tamannya kering kerontang , tidak sedap di pandang , dan jelas sekali tidak terawat,” ujarnya dengan nada kecewa .
Kini, Bendungan Danawari bukan lagi menjadi destinasi impian , melainkan cermin yang memantulkan betapa penting nya paska pembangunan . Di mana ke indahan yang di janjikan ? Dan dimana pohon Pule yang seharusnya menjadi hiasan utama ,? Semuanya tenyata hanya menjadi angan – angan tak terwujud .
( Red Lia .)
